Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Administrasi Perkantoran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Administrasi Perkantoran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2019

pengadaan sarana dan prasarana kantor

Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor
Ditulis oleh: Ferlin Fita Anggraini


Pengadaan merupakan kegiatan menyediakan semua keperluan barang atau benda
atau jasa bagi keperluan pelaksanaan tugas. Jadi, pengadaan fasilitas kantor berarti
menyediakan barang-barang fasilitas kantor yang digunakan untuk keperluan
pekerjaan kantor dan penyelesaian pekerjaan kantor.
Dalam pelaksanaannya kegiatan pengadaan harus memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1. Mengikuti prosedur pengelolaan pembekalan,
2. Menentukan jenis,kualitas dan kuantitas perlengkapan yang diperlukan,
3. Menyediakan dan dan menggunakan perlengkapan kantor dalam kegiatan
operasional,
4. Menyediakan pembekalan sesuai dengan anggaran yang berlaku,
5. Menyimpan dan memelihara perlengkapan,
6. Mengumpulkan dan mengolah data dan pembekalan kantor
7. Menghapuskan perlengkapan yang sudah tidak dapat digunakan sesuai prosedur.


Sumber: http//www.anugerahdino.com

Terakhir diubah: 20:08

kebijakan pemerintah tentang peyediaan sarana dan prasarana olahraga di beberapa daerah

Ditulis oleh: Dina Septiyana


Kebijakan Pemerintah Tentang Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga Dibeberapa Daerah

Daerah Kupang
Kebijakan Pemerintah merupakan sebuah produk hasil USAha yang dilakukan oleh Pemerintahuntuk memenuhi kebutuhan rakyat salah satunya adalah ketersediaan sarana dan prasarana olahraga publik.Implementasi Kebijakan setiap daerah berbeda-beda menyesuaikan kebutuhan daerah tersebut. Olehkarenanya, diperlukan sebuah studi evaluasi mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus tentangpenyediaan sarana dan prasarana olahraga publik sehingga memungkinkan dilakukan evaluasi terhadapkebijakan yang sudah ada dan membuat kebijakan baru yang lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan Pemerintah tentang perencanaan, ketersediaan, pemanfaatandan pengelolaan Sarana dan Prasarana olahraga publik di Kabupaten Kudus.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dengan subyek penelitian kebijakan Pemerintah tentang penyediaan Sarana danPrasarana olahraga publik. Sumber data berupa dokumen peraturan daerah tentang olahraga dan informandari Bupati Kudus, Ketua Komisi D, Kepala Disdikpora, Ketua KONI, dan para Camat se KabupatenKudus dengan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini yaitu mengkaji dokumen dan arsip (content evaluasion), wawancara mendalam (in-depthinterviewing) dan observasi (observation).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan sarana dan prasarana, Perencanaan penyediaan Saranadan Prasarana olahraga publik di Kabupaten Kudus belum terprogram dengan baik. Peran pemerintahbelum terlihat dengan jelas dalam merencanakan Sarana dan Prasarana olahraga publik di KabupatenKudus. Ketersediaan Sarana dan Prasarana olahraga publik di Kabupaten Kudus belum memadai baiksecara kualitas maupun kuantitas. Mekanisme penyediaan sarana prasarana, Ketersediaan Sarana danPrasarana olahraga publik belum merata pada semua cabang olahraga dan belum merata keseluruhkecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Pemanfaatan Sarana dan Prasarana yang tersedia belummaksimal dan seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan di luar olahraga. Pengelolaan Sarana danPrasarana yang ada belum diperhatikan dengan baik sehingga ada Sarana dan Prasarana yang terbengkalaidan rusak, karena tidak ada perawatan yang memadai, maka diperlukan sarana dan prasarana yang idealdan faktual penyediaan sarana dan prasaran olahraga publik di Kabupaten Kudus

Daerah Lombok

Muhsan. A121408068. 2016. Kebijakan Pemerintah Tentang Penyediaan Sarana dan Prasarana Olahraga di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. Sugiyanto, Pembimbing II: Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd. Program Studi Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Pemerintah Daerah memegang peranan yang sangat penting dalam upaya memajukan olahraga melalui pembuatan peraturan daerah atau pun kebijakan-kebijakan lain yang mengatur mulai dari perencanaan, realisasi, pengelolaan hingga pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, realisasi, pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan snowball sampling. Subyek dalam penelitian ini adalah kebijakan pemerintah tentang penyediaan sarana dan prasarana olahraga, kemudian sumber data penelitian berupa dokumen peraturan daerah atau kebijakan lain yang dibuat oleh pemerintah daerah tentang olahraga, observasi langsung, mengkaji dokumen dan arsip serta melalui wawancara dengan informan yaitu Kabid Pemuda dan Olahraga, Ketua Komisi II DPRD, Kasubag perundang-undangan dan Ketua harian KONI Kabupaten Lombok Timur. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut: 1) Perencanaan penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kabupaten Lombok Timur didasarkan atas usulan dari masyarakat dan juga berasal dari Pemerintah Daerah yang mengusulkan penyediaan sarana dan prasarana olahraga Desa ke Pemerintah Pusat. 2) Realisasi penyediaan sarana dan prasarana olahraga masih terpusat di Ibu Kota Kabupaten saja dan belum merata penyerbarannya ke setiap Desa maupun Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur. 3) Pengelolaan sarana dan prasarana olahraga yang ada di Kabupaten Lombok Timur kurang maksimal dikarenakan sumber pendanaan untuk pemeliharaan yang kurang jelas, sehingga mengakibatkan banyak sarana dan prasarana olahraga yang sudah tersedia tersebut menjadi terbengkalai dan rusak. 4) Pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga yang sudah tersedia di Kabupaten Lombok Timur kurang maksimal karena sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu yang bukan merupakan kegiatan keolahragaan. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwa kebijakan Pemerintah Daerah tentang penyediaan sarana dan prasaran olahraga yang dibuat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur masih belum dapat dirasakan secara merata oleh semua kalangan masyarakat, dikarenakan penyediaan sarana dan prasarana olahraga masih terpusat diseputaran Ibu Kota Kabupaten saja. Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah Daerah, Sarana dan Prasarana Olahraga.



Kota Kupang

Pemerintah Daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Kupang sebagai badan pengelolah tertinggi dalam pengembangan olahraga prestasi di daerah perlu menyikapi fenomena ini dan membuat langkah-langkah strategis untuk pengembangan olahraga prestasi dikota Kupang. Dalam standar keolahragaan khususnya pada sarana prasarana pada dunia pendidikan. Kebijakan pemerintah dalam meyediakan sarana dan prasarana olahraga pendidikan harus tersusun dengan baik dan benar agar mencapai tujuan tertentu.Untuk Mendeskripsikan Mekanisme dari kebijakan pemerintah tentang prosedur, ketersediaan, pemerataan, dan ketercukupan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di SMA se kota Kupang. Kebijakan Pemerintah tentang Prosedur, ketersediaan, pemerataan, dan ketercukupan sarana dan prasarana olahraga pendidikan di SMA se kota kupang belum terprogramkan dengan baik artinya bahwa kebijakan pemerintah tentang sarana dan prasarana olahraga pendidikan kota Kupang berada pada kategori renda. Kesimpulan: Kebijakan tentang penyediaan sarana dan prasaran olahraga pendidikan di SMA se kota Kupang termasuk dalam kategori belum maju, maka dalam ini banyak hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi oleh pemerintah kota Kupang untuk memajukan pembangunan penyediaan sarana dan prasarana olahraga pendidikan kedepan.

Sumber:

https://www.neliti.com/id/publications/218326/kebijakan-pemerintah-tentang-penyediaan-sarana-dan-prasarana-olahraga-publik-di
https://eprints.uns.ac.id/25119/
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/52148/Kebijakan-Pemerintah-Tentang-Penyediaan-Sarana-Dan-Prasarana-Olahraga-Pendidikan-Di-Sma-Se-Kota-Kupang-Mendeskripsikan-tentang-Prosedur-Ketersediaan-Pemerataan-dan-Ketercukupan-Sarana-dan-Prasarana-Olahraga-Pendidikan





Kurangnya Sarana dan Prasarana dalam Pendidikan

Ditulis oleh: Dina Septiyana

Kurangnya Sarana dan Prasarana dalam Pendidikan

Kita tahu sendiri pendidikan di indonesia itu sangat minim sekali terutama dalam sarana dan prasarana , seperti hal nya sarana prasarana pendidikan di sekolah rusak di berbagai di indonesia dan banyak memprihatinkan terutama di daerah terpencil . Dalam hal ini fasilitas kegiatan belajar mengajar itu sungguh jauh dari tidak layaknya pembelajaran.seperti halnya fasilitas yang tidak memadai yaitu gedung kelas bocor,bangku sekolah rusak maupun tidak mencukupi,

Begitupun juga mengenai kurangnnya tenaga pengajar yang tidak  profesional.ketika sarana dan prasarana sekolah tidak memadai maka akan berakibat dalam masalah minimnya pendidikan, di sebabkan karena keterbatasan fasilitas sekolah dan pembelajaran yang tidak memadai saat ini.padalah apabila kita lihat dari  pengertian  pendidikan adalah usaha sadar yang di lakukan dan disusun secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan.tentunya jika pendidikan disusun dengan secara sistematis dan planingyang baik tenunya sesuai dengan tujuan ingin di capai.akan tetapi dalam memanajemen srana dan prasarana pendidikan terdapat kekurangan dalam memanajemen yaitu kurangnya sarana prsarana yang dibutuhkan peserta didik dalam proses belajar dan pembelajaran.

Realitanya di daerah terpencil tidak memadai mengenai sarana prasarana pedidikan,termasuk SDM nya sendiri sehingga memicu perkembangan pendidikan,dalam hal ini banyak permasalahan timbul mengenai kurangnya sarana dan prasaran seperti  halnya fasilitas yang minim yaitu dalam permasalahan utama di setiap pendidikan sekolah di indonesia,terutama di daerah terpencil yang jauh dari perkotaan.dalam hal ini akan menimbulkan kurangnya kesenjangan mutu pendidikan tersebut.maka banyak peserta didik yang berada di daerah terpencil seperi halnya pendidikan di desa tidak bisa menikmati kenyamanan dan kelengkapan fasilitas tersebut seperti peserta didik  dikota.

Maka dari itu pemerintah perlu melakukan bantuan terhadap daerah terpencil tersebut agar pendidikan dapat berkembang dan tercapai pulanya tujuan pendidikan tersebut.dan kurangnya alokasi dana yang terhambat yaitu dalam hal banyak penyalagunaan dana administrasi sekolah dan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal pendanaan sehingga adanya penyalah gunaan dana dan menghambat proses pendidikan.dalam hal ini pemerintah kurang tegas dalam menangani oknum-oknum yang melakukan penyelewengan dana.

Dalam masalah di atas seharusnya pendidikan yang ada di indonesia ini  upaya yang dilakukan adalah pendidikan harus berjalan efektif. Dalam peningkatan pembelajaran seperti halnya pengajaran yang baik sehingga mutu peserta didik lebih berkualias.dan perlunya kejujuran dan rencana yang strategis terhadap manajemen keuangan pendidikan,agar pendidikan saat ini teroptimalkan dan meningkatkan fasilitas dan bakat minat siswa didik  menjadi lebih baik.dan pemerintah perlu adanya peningkatan fasilitas yang ada di sekolah,sehingga  peserta didik dapat belajar dengan nyaman atas adanya fasilitas yang memadai tersebut.

Dan setiap pendidikan itu wajib memiliki sarana seperti perabot,peralatan pendidikan,media pendidikan,buku dan sumber belajar tersebut agar dapat menunjang proses pembelajaran yang teratur dan teroktimal.apabila kelengkapan fasilitas di atas memadai dan di kelola dengan baik baik maka sarana dan prasarana berjalan dengan optimal sebaik mungkin.  Sebaiknya juga pemerintah melakukan tindak lanjut mengenai oknum-oknum yang tidak menyampaikan wewenang dengan baik agar mereka dapat menyadari betapa pentingnya pendidikan.

Bahkan anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati meminta pemerintah fokus untuk membenahi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Sebab, di banyak daerah masih banyak ditemui sarpras yang kurang memadai, sehingga memerlukan perbaikan.

Demikian dikemukakannya usai meninjau beberapa sekolah di Lampung Timur, Lampung, pekan lalu. Sekolah yang ditinjau dalam rangka kunjungan kerja Komisi X DPR ini diantaranya SDN 1 Tulus Rejo Pekalongan, SMPN 2 Batanghari Nuban, dan SMAN 1 Sukadana.

“Setelah mengunjungi tiga sekolah ini, saya melihat tiga hal penting. Pertama, masih adanya kekurangan dari sisi infrastruktur, kurang fokusnya pada pemeliharaan mutu pendidikan, dan ada permasalahan dari sisi akses,” kata Reni.

Reni menilai, SDN 1 Tulus Rejo dari dari sisi guru dan kurikulum sudah cukup memadai. Sekolah yang telah berdiri dari tahun 1960 ini tetap menggunakan Kurikulum KTSP. Sehingga, sisi standar nasional pendidikan, terkait dengan kurikulum dan guru sudah terpenuhi.

“Tetapi gedung sekolahnya sudah sangat tidak memadai. Bangunan sudah sangat lama, karena dibangun pada 1960. Dan hingga sekarang sekolah itu belum direvitalisasi,” kata dia.

Sementara untuk SMPN 2 Batanghari Nuban, Reni melihat ada yang mubazir dalam penggunaan gedung. Karena dari lebih dari lima ruang kelas yang ada, hanya terisi 3 ruang kelas. Menghadapi situasi seperti ini, perlu adanya regrouping dalam rombongan belajar (rombel).

“Jadi sebaiknya sekolah ini di re-grouping dengan sekolah di sekitarnya. Sehingga gedung yang ada itu bisa digunakan untuk sekolah lainnya, misalnya untuk tingkat SMK. Apalagi lahan kosongnya juga masih cukup luas,” kata Reni.

Untuk SMAN 1 Sukadan, Reni mengkritisi laboratorium komputer yang sudah ketinggalam zaman. Akibatnya, sekolah tidak dapat menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Padahal, sekolah ini juga terletak di ibukota kabupaten.

“Sekolah ini berada di jantung ibu kota kabupaten, dan SMA ini sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Tahun depan SMA ini harus melaksanakan UNBK,” dorong politisi asal dapil Jawa Barat itu.

Melihat berbagai kondisi sarpras pendidikan di Lampung Timur yang cukup memprihatinkan, Reni meminta adanya perhatian dari Pemerintah Daerah, agar fokus terhadap proses pendidikan. Karena tanggung jawab pendidikan, sepenuhnya ada di Pemerintah Daerah.

“Saya kira hal ini harus menjadi fokus perhatian kita. Kenapa demikian, karena sebagus apapun proses pembelajaran, dan sebaik apapun kurikulum diberikan, jika sarpras penunjang ini tidak memadai, akan berefek tidak bagus,” khawatir Reni.

Ke depannya melalui Panja Sarana dan Prasarana Komisi X, ia akan merekomendasikan kepada pemerintah terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sebesar 70 persen untuk fisik dan 30 persen untuk mutu pendidikan, agar diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang sudah mendesak untuk diberikan bantuan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim mengakui pembangunan infrastruktur untuk pendidikan memang masih minim. Namun pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membenahi sarpras.

“Kami tidak kurang-kurang dalam mengusahakan, tapi memang butuh pembenahan, baik di SD maupun SMP. Meskipun SMA menjadi kewenangan provinsi, namun kami juga bertanggung jawab dalam menangangani SMA,” kata Bupati Lamtim.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lamtim juga mengutarakan permintaan untuk menambah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan, mengingat daerahnya membutuhkan lulusan siap kerja, jika tidak tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Saran:

https://www.kompasiana.com/shabrinafinri/54f98a61a333112b058b5252/kurangnya-pemerataan-sarana-dan-prasarana-sekolah
https://republika.co.id/berita/omj7ax368/pemerintah-diminta-fokus-benahi-sarana-prasarana-pendidikan
http://reskygusniel.blogspot.com/2013/05/problematika-sarana-dan-prasarana.html





Selasa, 03 September 2019

Dasar dasar pengelolaan keuangan
Pengelolaan administrasi keuangan dalam suatu usaha meliputi beberapa halberikut ini.
1. Menerima,menyiapkan uang,serta melaksanakan administrasinya.
2. Menyiapkan bukti-bukti yang lengkap mengenai penerimaan dari pengeluaran keuangan sesuai dengan peraturan.
3. Menyusun laporan kas.
4. Meneliti kelengkapan dan kebenaran bukti-bukti pembukuan keuangan.
5. Menata dan mengatur administrasi keuangan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
6. Menyimpan dan memelihara semua dokumen pembukuan secara teratur.
7. Menyiapkan serta menata keuangan berupa neraca penghitungan laba atau rugi lengkap dengan penjelasan atau lampirannya.

1. Tugas Administrasi Keuangan Perusahaan
       a. Mengelola surat-menyurat
       kegiatan surat-menyurat berkaitan dengan hubungan antara pemasok dan pelanggan dalam rangka menjalankan usahanya.
       b. Mencatat transaksi barang dan jasa( Entry Jurnal)
       Petugas administrasi keuangan melakukan tugas akuntansi seperti jurnal entry atau transaksi untuk sebuah perusahaan.
       c. Melakukan pencatatan rekonsiliasi dan penutupan transaksi keuangan
       Rekonsiliasi adalah penatapan pos-pos yang diperlukan untuk mencocokkan saldo masing-masing akun atau lebih yang saling terkait.
       d. Melakukan pembayaran dan penagihan
       Tugas staf administrasi keuangan lainnya meliputi melakukan pembayaran tagihan dan menagih piutang untuk korporasi sesuai prosedur,termasuk pula tugas pembayaran pajak.
       e. Melakukan penganggaran
       Seorang  administrator keuangan melakukan penganggaran( budgeting) diantaranya perencanaan keuangan perusahaan,menganalisis informasi keuanganyang digunakan untuk membuat peramalan anggaran bulanan,memantau anggaran,dan melakukan analisis biaya-biayanya
2. Tanggung Jawab Administrasi Keuangan
    Seorang staf administrasi keuangan yang sukses sangat terorganisir dan profesional,berorientasi pada detail dengan analisis komunikasi dan keterampilan metematika yang kuat.
    Kegiatan administrasi keuangan tidak hanya bertugas mencatat,membuat laporan,mengendalikan posisi kas,membayar tagihan,dan memcari dana,tetapi juga berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.
3. Prinsip Administrasi keuangan
      7 prinsip keuangan yang harus diperhatikan,yaitu sebagai berikut.
      1. Konsistensi ( Consistency )
      2. Akuntabilitas ( Accountability)
      3. Transparansi ( Transparency)
      4. Kelangsungan Hidup ( Viability)
      5. Integritas ( Integrity)
      6. Pengelolaan ( Stewardship)
      7. Standar Akuntansi ( Accounting Standard)



Otomatisasi Tata Kelola Keuangan penulis Desi Anggrahini
Otomatisasi Tata Kelola Keuangan penulis Anis Muftias
Ditulis oleh: Ferlin Fita Anggraini

Aplikasi keuangan


Ditulis oleh: Dina septiyana 
Macam-macam aplikasi keuangan 

Aplikasi keuangan adalah aplikasi yang dibuat untuk membantu para pekerja untuk membuat laporan ataupun menyelesaikan masalah.

  1. Aplikasi PAADUMKM aplikasi ini dirancang untuk dapat digunakan dengan mudah mengakomodasi seluruh kegiatan transaksi usaha atau transaksi keuangan keluarga.
  2. Microsoft Office Accounting Express (MOAE) MOAE merupakan program promosi dari MOAP, sehingga anda bisa mendapatkannya secara gratis.
  3. Krishand Aplikasi ini mengkhususkan diri pada pelaporan pajak, aplikasi ini menyediakan formulir pajak yang sesuai dengan peraturan pajak terbaru di negara kita, sehingga anda tidak lagi menggunakan blanko pajak. 
  4. Zahir accounting memiliki UI yang user friendly, memiliki fituryang lelap dibandingkan aplikasi yang lain.
  5. Omega Accounting adalah pilihan yang baik bagi pemilik bisnis berbasis retail, distribusi, jasa, makanan dan minuman, atau perhotelan.
  6. Accurate Accounting adalah aplikasi keuangan yang memiliki bahasa indonesia.
  7. Quick Book meskikurang populer aplikasi ini menawarkan fungsi dan fitur yang sangat lengkap.
  8. iTBrain Indonesia adalah program akutansi yang dibuat oleh programmer Indonesia, yang artinya produk asli Indonesia.
  9. Easy Accounting System (EAS) merupakan produk asli Indonesia yang merupakan  sebuah sofware akutansi keuangan dan point of sale sekaligus software semi-ERP system.
  10. GnuCash merupakan aplikasi yang biasanya digunakan untuk usaha atau perusahaan kecil.
  11. Accurate 5 saat ini telah banyak digunakan berkat keunggulan nya dalam menyelesaikan berbagai tugas akutansi
  12. Bee accounting adalah Software yang dapat di kostum sesuai dengan kebutuhan bisnis.
  13. Akumatika cloud ERP merupakan sistem ERP berbasis web dengan dashbot, reporting tools dan intelegreted document management yang memiliki sistem keamanan yang lengkap.
  14. MYOB merupakan software pengolah data akutansi yang cukup populer di negara Indonesia. 

Sumber: Otomatisasi-Tata-Kelola-Perkantoran/Anis -Muftias/Yudistira
Modul mengoperasikan Aplikasi Komputer Akutansi/Bimo Suciono-Deky Noviar/Erlangga


Selasa, 30 April 2019

Teknologi Perkantoran

Ditulis oleh: Dina septiyana

Teknologi perkantoran
Teknologi perkantoran adalah bagaimana proses mencatat, menghimpun, mengolah, memperbaiki, memperbanyak, mengirim, dan menyimpan bahan-bahan keterangan secara efisien dengan menggunakan mesin-mesin. Oleh karena itu perlu sekali mengenal tentang jenis mesin untuk ke enam macam kegiatan itu dan bagaimana cara menggunakannya.
• Macam-macam teknologi perkantoran
1. Dilihat dari tenaga penggeraknya
* Mesin manual yaitu mesin yang digerakkan oleh            tenaga manusia
* Mesin listrik yaitu mesin yang digerakkan oleh              tenaga listrik atau batere
2. Dilihat dari cara kerja dan komponen lainnya
* Mesin mekanik yaitu mesin yang rangkaiannya              tanpa bergerak dalam operasinya.
* Mesin elektronik yaitu mesin yang rangkaian                  komponen elektronik berupa kabel.
3. Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
* Mesin untuk mencatat
* Mesin untuk menghimpun keterangan
* Mesin untuk mengolah bahan
* Mesin untuk memperbanyak bahan
* Mesin untuk mengirim bahan
* Mesin untuk menyimpan bahan
• Pengaruh perkembangan teknologi perkantoran
  Perkembangan teknologi perkantoran mempunyai       pengaruh yang positif terhadap ketenaga kerjaan.         Prosedur kerja dan hasil kerja perkantoran sendiri,       namun terdapat pula dampak negatif dari                       perkembangan teknologi perkantoran.
  Berikut ini dampak positif
• Peningkatan mutu tenaga kerja
• Meningkatkan kegairahan dan kedisiplinan kerja
• Meringankan tenaga dan pikiran pegawai
• Mempercepat penyelesaian pekerjaan
• Memperlancar pekerjaan
• Mempermudah penyelesaian pekerjaan
• Mempertinggi jumlah hasil pekerjaan
• Memenuhi standar mutu tertentu
• Meningkatkan mutu hasil pekerjaan kantor
   Sementara itu beeikut ini adalah dampak negatif          dari perkembangan teknologi perkantoran
• Mengurangi penggunaan tenaga kerja dan berakibat   menambah pengangguran
• Kesulitan mencari tenaga kerja yang memiliki               tingkat keterampilan tertentu
• Menimbulkan rasa ketergantungan kepada mesin          yang sulit akan menimbulkan pemborosan
• Dapat menimbulkan suara gaduh sehingga                     mengganggupwngawai lainnya
• Penggunaan mesin tertentu dapat memerlukan             sarana penunjang lainnya yang memerlukan biasa       besar

Otomatisasi perkantoran
• Otomatisasi kantor merupakan penggunaan alat           elektronik yang digunakan untuk memudahkan             formal dan informal terutama yang berkaitan                 dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di   dalam dan di luar perusahaaan.

• Tujuan otomatisasi perkantoran
* Meminimalkan pengeluaran pada biaya
* Pemecahan masalah kelompok
* Pelengkap bukan pengganti dalam hal ini tidak akan    menggantikan semua komunikasi interpersonal            tradisional
* Penggabungan dan penerapan teknologi
* Memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di              kantor
* Meningkatkan produktivitas dan efektivitas                    pekerjaan
* Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan                keputusan yang lebih baik dan lebih cepat

• Manfaat otomatisasi perkantoran
* Otomatisasi perkantoran membuat informasi                  menjadi lebih mudah dan cepat
* Menyelesaikan pekerjaan kantor dengan lebih cepat
* Mengurangi kebutuhan akan staf dalam jumlah              besar
* Memerlukan sedikit tempat untuk menyimpandata
* Beberapa orang dapat memperbarui data secara            bersamaan dalam hal perubahan jadwal
* Pemecah masalah kelompok atau tim
* Sebagai suatu cara komunikasi bisnis
* Meningkatkan produktifitas dan efisitas pekerjaan

Virtual office
• Virtual office adalah upaya untuk mewujudkan             efisiensi kerja yang berujung pada penekanan biaya     yang salah satunya adalah pengurangan penggunaan   lingkungan kantor secara fisik.
• Manfaat
* Lebih fleksibel
* Hemat biaya
* Banyak pilihan pekerjaan
* Penghasilan tak terbatas
* Banyak waktu luang dengan keluarga


Sumber: Buku Teknologi Perkantoran
Buku catatan

Kamis, 25 April 2019

Korespondensi

Diketik oleh: Ferlin Fita Anggraini 



Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari 1 pihak ke pihak lain dengan menggunakan sarana/ media untuk mendapatkan pemahaman dari ke 2 belah pihak.
   Fungsi komunikasi 
》Sebagai informasi
    Artinya suatu informasi yang diperlukan dari setiap individu/            kelompok untuk mengambil keputusan.
》Sebagai kendali
    Komunikasi sebagai kendali mempunyai arti bahwa komunikasi berperan untuk mengendalikan perilaku orang lain.
》Sebagai Motivasi 
    Komunikasi dapat memberikan motivasi melalui penjelasan yang dilakukan oleh moderator.
》 Sebagai pengungkap perasaan 
     Tujuan komunikasi
¤ agar bisa memahami maksud orang lain
¤ agar apa yang disampaikan komunikator bisa dimengerti oleh komunikan/ audiens.
¤ agar pendapat dapat diterima orang lain. Komunikasi dan juga pendekatan persoalan ialah cara agar gagasan kita dapat diterima oleh orang lain.
¤ menggerakkan orang lain untuk melakukan  suatu pekerjaan /kegiatan.
    Kelompok Komunikasi 
- komunikator  (orang yang menyampaikan informasi)
- endkode (proses penyampaian pesan)
- pesan/ informasi 
- dekade  (proses penerimaan pesan)
- komunikasi  (orang yang menerima pesan)
- feed back (timbal balik/ umpan balik/ respon)
1.KETERAMPILAN BERBICARA
  keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan,baik secara berhadapan ataupun jarak jauh.
A.PRINSIP-PRINSIP TEKNIK BERBICARA
1)prinsip motivasi
Prinsip motivasi adalah prinsip yg memfokuskan pada pemberian dorongan atau rangsangan untuk membangkitkan minat bicara thdp seseorang,kelompok,atau umum.
2) prinsip perhatian
Prinsip perhatian adalah prinsip yg bertujuan untuk menarik perhatian lawan bicara.
3) prinsip keindraan
prinsip keindraan merupakan prinsip yg menekankan pada panca indera manusia.
4)prinsip kegunaan
Materi pembicaraan yg dianggap ada gunanya untuk pendengar/komunikan akan mudah diingat karena hal2 yg berguna/bermanfaat akan teringat lebih lama dalam ingatan komunikan.
5)prinsip ulangan
Prinsip ulangan menekankan pada penyebutan hal2 yg dianggap penting dari materi secara berulang-ulang. Hal yg diucapkan berulang kali akan lebih mudah diingat dalam pikiran pendengar/komunikan.
6)prinsip pengertian
Prinsip pengertian menghendaki hal2 g mudah dimengerti,mudah dihafal dan mudah diingat dalam pikiran pendengar/komunikan.

Dikutip dari: Buku Korespondensi Sri Endang R. - Sri Mulyani - Suyetty
                        

Rabu, 24 April 2019

Kearsipan

Diketik oleh: Alfina Damayanti
 X OTKP 1 SMKN 6 JEMBER

Arsip Dan Kearsipan

Pengertian arsip
      Secara luas Arsip adalah segala sesuatu yang tertulis, bergambar, dan terekam yang berisi penjelasan mengenai suatu hal atau informasi dari suatu peristiwa yang digunakan untuk membaantu ingatan serta dapat dijadikan pedoman.

Pengertian Kearsipan
       Kearsipan atau Filling adalah suatu kegiatan atau proses pengaturan mulai dari penerimaan, pencatatan, penyimpanan, penggunaan, pemeliharaan dan penyusutan arsip dengan menggunakan sistem tertentu sehingga apabila diperlukan sewak waktu dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat.

Pengertian Arsip Paris 
       Arsip Paris adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kearsipan pada instansi pemerintah, tidak termasuk kegiatan mengurus, memberkaskan dan mengelola arsip-arsip aktif.

Asal-Usul Kata Arsip
        Kata "Arsip" merupakan kata serapan dari bahasa belanda, archief yang pada gilirannya diserapa dari bahasa perancis archives. Kearsipan juga berasal dari kata "Arsip" yang berasal dari bahasa yunani yaitu "Archum", artinya peti untuk menyimpan(Bundel) dalam bahasa inggris file.

Manfaat Kearsipan
1. Aktivitas kantor atau organisasi menjadi lancar
2. Sebagai alat pengikat
3. Sebagai alat penyimpan barkat
4. Dapat dikadikan bahan dokumentasi
5. Dapat digunakan bukti tertulis jika terjadi masalah

Nilai Guna Arsip
1. Arsip bernilai informasi
2. Arsip bernilai informasi
3. Arsip bernilai hukum
4. Arsip bernilai sejarah
5. Arsip bernilai ilmiah


Sumber: guru kearsipan Nuri Dyah Handayani, S.pd.

Pengertian, contoh serta fungsi sarana dan prasarana

Diketik oleh: Alfina D. Kelas           : XI OTKP 1 Pengertian sarana  Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat untuk m...